Saturday, February 14, 2015

Tujuh Belas.

Saturday, February 14, 2015
4 Februari 1998 -
4 Februari 2015, and counting.

Genap tujuh belas tahun waktu yang--entah sudah kugunakan untuk apa saja: ku siakan, ku sesalkan, ku hamburkan, ku tangiskan, ku lampaukan, ataupun ku syukurkan.

Tetapi tetap, ku selipkan senyum dan ria dalam selanya.

Banyak yang terjadi selama tujuh belas tahun hidupku: ada yang lahir, ada yang tumbuh, ada juga yang pergi, dan ada yang kembali, ada yang masih berusaha, ada juga yang lelah dan menyerah, ada yang datang, ada juga yang akhirnya menyingkir.

Sekarang, mungkin aku hanya mampu berterima kasih.
Terima kasih atas tujuh belas tahun senja yang emas,
Terima kasih atas tujuh belas tahun fajar yang manis,
Terima kasih atas tujuh belas tahun bintang yang anggun,
Terima kasih atas tujuh belas tahun awan yang sempat mendung,

Terima kasih atas hujan dan badai,
Terima kasih atas pelangi yang datang setelahnya, ataupun
Terima kasih atas banjir dan petaka yang datang setelahnya
Terima kasih atas kalian yang membantuku menari sembari badai,
Terima kasih atas kalian yang membantuku berteduh,

Terima kasih atas kalian yang membagi kasih,
Terima kasih atas kalian yang mengajari tentang hidup,
Terima kasih atas kalian yang bernyanyi senandung sendu,
Terima kasih atas kalian bersama cerita yang tak berhujung,
Terima kasih atas kalian dengan maskara di bawah rintihan rindu

Terima kasih atas gemerlap, dan
Terima kasih atas siluetnya,
Terima kasih.

Untuk tujuh belas tahun mendatang...bagaimana?

Untuk sekarang, aku bersama mereka:
 

 Dan masih bersamanya--yang satu ini, setelah sepuluh tahun (dont ask):

Yang berulang tahun,